Polling

Makanan Khas Desa Subang Yang Paling Anda Sukai?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 524
Pengunjung Bulan ini : 866
Total Pengunjung : 17689

SEJARAH SINGKAT DESA SUBANG KECAMATAN SUBANG KABUPATEN KUNINGAN


Tersebutlah kisah, Wirananggapati putra raja Mataram. Beliau meminta ijin kepada ibunya untuk mengembara ke negeri asing (tatar Sunda) ibunya merestui kepergian Wirananggapati dan membekalinya berupa pusaka karembong lokcan.

Singkat cerita sampailah Raden Wirananggapati ke suatu pesantren yang berada di Desa Ciketug (Pamulihan). Pemimpin di pesantren itu adalah Kiai Jabasraga yang mempunyai seirang anak bernan Nyi Suka Inten. Para santri di pesantren menghina dan memperolok-olok Raden Wirananggapati yang terlihat kotor dan kumel. Dalam keadaan prihatin Raden Wirananggapati diberi tugas menjaga ladang Kiai Jabasraga.

Nyi Suka Inten tertarik oleh kepribadian Raden Wirananggapati, begitu pula Kiai Jabasraga mengetahui kisah kasih mereka dan merestuinya untuk bersanding di pelaminan. Suatu waktu Kiai Jabasraga menyuruh Raden Wirananggapati berkunjung ke Mataram.

Di Mataram Raden Wirananggapati berhasil  melumpuhkan seekor banteng yang mengamuk dan memporak porandakan paseban dengan “karembong lokcan”.

Melihat pusaka karembong lokcan Raden Wirananggapati oleh raja Mataram diakui sebagai anak, yang kemudian ditugaskan menjadi Bupati di Subang.

Raden Wirananggapati semula bernama “Raden Mas Muryah Martapura” yang bergelar Pangeran Adipati Anom. Beliau adalah perwaris tahta kerajaan Mataram kedua dari Panembahan Krapyak yang bergelar Sesuhunan Adiprabu Anyakrawati Senopati Ingalaga.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak dan telusuri asal mula sejak berdirinya kerajaan Mataram.

Pada tahun 1586 M Sutawijaya dan Senopati dalam peperangan berhasil merebut kekuasaan kerajaan Pajang. Dengan demikian Mataram yang tadinya hanya berbentuk Kadipaten yang tunduk kepada kerajaan Pajang, sekarang naik kedudukannya menjadi kerajaan.

Maka berdirilah kerajaan Mataram yang pertama dengan rajanya Senopati dikenal dengan gelar Panembahan Senopati.

Setelah Penambahan Senopati mangkat, digantikan oleh putranya yang bernama Raden Mas Jelang dan setelah menjadi raja Mataram kedua bergelar Panembahan Kerapyak atau Sesuhunan Anyakrawati senopati Ingalaga Mataram.

Panembahan Krapyak mempunyai mempunyai dua istri, yang pertama bernama Ratu Tulung Ayu sebagai prameswari atau disebut Ratu Kulon, yang kedua Ratu Adi yang statusnya sebagai istri selir.

Dari istri pertama Ratu Tulang Ayu (prameswari) mendapat tiga anak yaitu satu. RM. Mutyah Martapura/Adipati Anom, dua Adipati Pesir dan tiga Soraya.

Sedangkan dari Ratu Adi sebagai istri selir dapat anak sati yaitu RM. Rangsang atau Sujatmko Abdurahman.

Nah, RM. Muryah Martapura atau Adipati Anom inilah yang kelak bernama Wirananggapati yang menjadi kuwu (dalem) pertama Desa Subang dan cikal bakal adanya Desa Subang. Sedangkan RM. Rangsang atau Sujatmiko Abdurahman kelak menjadi Sultan Agung Raja Mataram ketiga.

 

 

 

 

 

Subang, Pebruari 2001

Tim Penyusun

 

Nara Sumber :  1. Amsor M. Jaya D

                          2. Ishak Ranasasmita

                          3. H. Hasan

                          4. Jakaria

 

 

 

LAMBANG DESA SUBANG

  1. Arti Unsur-unsur
    1. Dasar

Perisai berbentuk lambang negarai Republik Indonesia, berarti tenang, penegak, pengaman dan pengawal Pancasila dan UUD 45 serta seagai lambang keadaan yang selalu aman tentram dan sejahtera.

  1. Monumen MBKD

Wujud nyata dari kepedulian masyarakat Subang, pada perjuangan bangsa. Dalam serjarah perjuangan leluhur Subang maupun masa perjuangan dalam merebut kemerdekaan, masyarakat Subang turut andil mengusir para penjajah, diharapkan nilai-nilai juang para pendahulu maupun sifat-sifat patriot tetap terpatri di sanubari masyarakat Subang.

  1. Sawah dan Air

Cermin dari kehidupan masyarakat yang agraris.

  1. Bokor Kuning

Wadah dari semua aktivitas masyarakat Subang yang didasari dengan nilai-nilai religius serta keimanan dan ketaqwaan yang kokoh.

  1. Padi dan Kapas

Lambang kesuburan dan kemakmuran sandang dan pangan.

  1. Pengikat

Segala gerak dan langkah diikat kuat dengan norma-norma agama serta hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

  1. Selendang/Karembong lokcan

Sebagai pusaka dari Raden Wirananggapati yang dipergunakan untuk mengusir semua “KARAMAN”, serta dengan gagah berani menegakan keadilan dan melenyapkan kebatilan.

Berkat kibasan karembong lokcan serta tekad yang kuat, sedikit demi sedikit terbentuklah satu pedesaan, tepatnya tahun 16502 M yang diberi nama SUBANG

  1. Motto

“SUGRI WALAGRI MALAR WALATRA”

Masyarakat yang sehat, untuk mencipatkan kesejahteraan lahir batin yang merata.

  1. Jumlah Kesatuan Unsur
    1. Perisai................................    1  (satu) buah
    2. Monumen..........................    1  (satu) buah
    3. Tangga...............................    5  (lima) buah
    4. Air......................................    4  (empat) buah
    5. Bokor.................................    1  (satu) buah
    6. Padi.................................... 17  (tujuh belas) butir
    7. Kapas.................................    8  (delapan) buah
    8. Ikatan.................................    5  (lima) buah
    9. Selendang..........................    1  (satu)

 

  • Jumlah satu – melambangkan kesatuan dan persatuan.
  • Jumlah empat – melambangkan empat penjuru angin, Utara – Selatan – Barat – Timur.
  • Jumlah lima – melambangkan Pancasila sebagai dasar palsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai dasar dan palsafah yang hidup dalam jiwa dan perbuatan.
  • Tujuh belas butir padi, dan delapan buah kapas, melambangkan tanggal dan bulan hari keramat bagi bangsa Indonesia, yaitu Proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

 

  1. Warna yang Dipakai
    1. Hijau berarti kemakmuran, kesejukan, ketenangan dan harapan.
    2. Putih berarti tegak, kuat, kebenaran, ampuh dan teguh.
    3. Hitam berarti kesetiaan, ketaatan, kepatuhan, kebesaran jiwa, berpandangan luas, berperasaan halus, rendah hati dan berjiwa besar.
    4. Kuning emas berarti kesejahteraan, keagungan, keluhuran dan keluhungan.

 

  1. Makna Keseluruhan

Dengan modal semangat juang untuk menegakan keadilan dan melenyapkan kebatilan, ditunjang dengan jiwa yang sehat, serta keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sanggup berjuang membangun untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta merata lahir batin, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

URAIAN TENTANG ADAT MASYARAKAT DESA SUBANG

 

Kebiasaan masyarakat Desa Subang yang ada dan dikategorikan sebagai adat desa, diantaranya ada yang hampir punah dan ada pula yang masih tetap dilaksanakan terus oleh sebagian kelompok masyarakat, yaitu :

  1. Sidekah Bumi
  2. Sidekah Tulak Bala
  3. Sidekah Tilawat
  4. Ngalayad Ka Anu Maoteun / Meninggal Dunia (Ta’ziah)
  5. Nyambungan kanu Hajatan
  6. Budaya Ngoprek
  7. Budaya Genjringan dan Rudatan
  8. Budaya Ngayun

 

 

KEPALA DESA SUBANG DARI TAHUN 1630 – SEKARANG

 

No Urut

Tahun Menjabat

Nama Kuwu (Dalem)

Lamanya Menjabat

Dimakamkan

1

1630 s.d 1660

Wirananggapati

30  tahun

Di Cibabangsalan

2

1660 s.d 1690

Wisantaka Janad

30  tahun

Di Cibabangsalan

3

1690 s.d 1725

Singajaya

35  tahun

Di Ngohol

4

1725 s.d 1755

Jayadirana

30  tahun

Di Cimanggang

5

1755 s.d 1780

Buyut Bekel

25  tahun

Di Cikembang

6

1780 s.d 1820

Indramanggala

40  tahun

Di Burujul (Cilimus)

7

1820 s.d 1850

Suradipa

30  tahun

Di Caluncung

8

1850 s.d 1880

Raksamanggala

30  tahun

Di Caluncung

9

1880 s.d 1905

Martamanggala

25  tahun

Di Lengkong

10

1905 s.d 1927

Ranasasmita

22  tahun

Di Lenyor

11

1927 s.d 1934

Natamanggala

   7  tahun

Di Ngohol

12

1934 s.d 1940

Sastrasantana

   6  tahun

Di Ngohol

13

1940 s.d 1961

Sastrasasmita

21  tahun

Di Ngohol

14

1961 s.d 1966

Muh. Juaeni

   5  tahun

Di Ngohol

15

1966 s.d 1967

Koma (Pejabat ABRI)

   1  tahun

Di Tangkolo

16

1967 s.d 1976

H. Muh. Jalal

   9  tahun

Di Ngohol

17

1976 s.d 1985

Mashudi Syamsudin

   9  tahun

Di Ngohol

18

1985 s.d 1994

Eho Rohadi

   9  tahun

Di Ngohol

19

1994 s.d 1995

Drs. Komarudin

   1  tahun

Masih hidup

20

1995 s.d 2003

E. Adnari Sasmita

   8  tahun

Masih hidup

21

2003 s.d

E. Sumarda

   –

Masih menjabat

 

Keterangan :

1. Wirananggapati  :  Adalah Kuwu (Dalem) pertama, dan cikal bakal terbentuknya Desa Subang. Waktu itu wilayahnya mencakup Kecamatan Subang Sekarang.

2. Nara Sumber      :  1.  Amsor M. Jaya D

                                   2.  Ishak Ranasasmita

                                   3.  H. Hasan

                                   4.  Jakaria